Saturday, July 22, 2017

rumah adat papua , baju adat , lagu papua lengkap dengan penjelasannya ,dan nama - nama tarian papua beserta maknanya.

RUMAH HONAI PAPUA
Rumah Adat papu disebut  menurut saya rmah honai ini paling tradisional dan alami karena bahan-bahan untuk rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua.Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki – laki dewasa (disebut Honai ) wanita (disebut Ebei), dan kandang Babi (disebut Wamai).dan bentuk dari tiga macam kegunaan semua ber motif sama hanya untuk laki – laki agak lebih tinggi bangunan rumahnya .
BAJU ADAT PAPUA 
pakaian adat Papua adalah salah satu yang paling unik dan menarik. Pakaian ini dikatakan unik karena memiliki model dan desain yang etnik. Selain itu, cara pembuatannya yang masih sangat sederhana dari bahan-bahan alami tanpa sentuhan modernisasi juga menambah kekhasannya tersendiri dibanding pakaian adat daerah lain di Nusantara.
Salah satu keunikan budaya di tanah Papua yang dapat kita saksikan hingga saat ini adalah tentang bagaimana suku-suku di sana bertahan hidup, bagaimana mereka menyatu dengan alam dalam mencukupi sandang, pangan, dan papannya, dan bagaimana mereka mencoba menjaga utuh dan tegaknya tradisi nenek moyang mereka
Koteka adalah sebuah penutup kemaluan sekaligus pakaian adat laki-laki Papua. Seringkali kita melihat orang-orang Papua yang memakai baju-baju adat layaknya koteka pada saat acara-acara tertentu misalnya saja saat upacara adat. Ternyata, baju dan perlengkapan pakaian yang dikenakan memiliki makna filosofi sendiri.dan mereka menjunjung tinggi nilai – nilai tradisi nenek moyang mereka .dan pakaian yang dikenakan oleh orang-orang Papua baik wanita maupun para pria memiliki model yang sama. Umumnya orang-orang ini menggunakan rok. Rok khas Papua sering disebut sebagai rok rumbai-rumbai. 
Beberapa orang Papua yang membuat kalung yang terbuat dari gigi anjing. Ada juga yang meletakkana taring babi di lubang hidung. Konon, asesoris-asesoris tersebut tidak dapat dilepaskan dari baju adat asli Papua.

Liriklagu papua Apuse
Apuse
makna LAGU  APUSE lagu  ini mengisahkan tentang kakek-nenek dan cucu-nya. bahwa sang cucu ingin merantau ke negri sebrang/pulau sebrang. Lalu, Teluk Doreri itu dikenal sebagai pintu masuk menuju Manokwari melalui jalur laut. Dalam sejarahnya, teluk ini berperan penting dalam penyebaran agama Kristen di tanah Papua. Untuk saat ini Teluk Doreri menjadi pelabuhan baik untuk kapal Domestik Nasional, maupun antar pulau di Papua.

1. Tari Musyoh

Mkna Tari Musyoh ini adalah salah satu seni tari yang sangat sacral dan merupakan tari ritual untuk mengusir para arwah orang yang meninggal akibat hal tertentu yang tidak wajar, pada umumnya tarian ini ditarikan pada saat terdapat warga dari tanah papua yang telah meniggal akibat kecelakaan, masyarakat papua mempercayai jika ada seorang yang meninggal tidak wajar karena kecelakaan maka arwah yang meninggal tersebut tidak akan tenang di lamnya , karena sebab itu di adakan ritual Tari Musyoh ini, karena dipercaya dengan mengadakan Tari Musyoh ini sang arwah dapat tenang di alamnya.

2. Tari Sajojo

Tarian sajojo ini dimaknai sebagai tarian yang menggambarkan keceriaan dan semangat kebersamaan. Tari Sajojo ini biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita. Untuk jumlah penari dalam pertunjukan Tari Sajojo ini, biasanya disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan, sehingga tidak ada batasan dalam hal tersebut. Dalam pertunjukannya, para penari biasanya tampil menggunakan busana tradisional khas Papua serta diiringi oleh iringan music dan lagu sajojo. Gerakan dalam Tari Sajojo ini sangat khas dan enerjik sehingga menggambarkan keceriaan para penari. Gerakan tersebut biasanya didominasi oleh gerakan kaki dan tangan yang dimainkan sesuai dengan ritme dan irama lagu.

3. Tari Yospan

Tari Yospan adalah jenis tarian konteporer yang menggambarkan pergaulan atau persahabatan pada kaum muda-mudiBiak NumforTarian ini muncul pada tahun 1960 yang kemudian sempat menjadi bagian dari senam kesehatan jasmani (SKJ) disejumlah instansi pemerintahan.Yospan adalah bentuk  akronim dari kata Yosim Pancar. Tari Yospan  salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua. Tarian ini tergolong tarian pergaulan masyarakat yang bisa ditarikan oleh penari pria maupun penari wanita. Menurut beberapa sumber, Tari Yospan merupakan penggabungan antara dua tarian rakyat Papua, yaitu Tari Yosim dan Tari Pancar. Tari Yosim sendiri merupakan tarian yang hampir mirip dengan Tari Poloneis (tarian dansa eropa),

4. Tari Selamat Datang

Tarian selamat datang merupakan tarian yang menunjukkan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati. Tarian ini biasa diperagakan pada saat kunjungan tamu, pada saat ada tamu kehormatan yang datang dari kota maupun desa tetangga tarian ini pasti dipersembahkan kepada para tamu kehormatan, untuk memberi rasa hormat dan rasa kegembiraan penduduk maupun ketua suku terhadap tamu kehormatan yang telah mengunjungi desa mereka.

5. Tari Perang . Tarian tradsional satu ini merupakan tarian perang yang berasal dari daerah Papua Barat. Namanya adalah Tari Perang. Konon Tari Perang dulunya dilakukan oleh masyarakat Papua barat, khususnya para prajurit sebelum menuju medan perang.

Tari Perang adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah  Biasanya tarian ini dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian adat dan membawa panah sebagai atribut menarinya.dan Tarian ini dimaknai sebagai penghormatan kepada para pahlawan dan para leluhur yang sudah berjuang serta mempertahankan tanah air mereka. Selain itu apabila dilihat dari segi pertunjukannya, Tari Perang ini juga menggambarkan keberanian, kegagahan dan jiwa kepahlawanan masyarakat Papua.

6. Tari Suanggi  merupakan tarian tradisonal yang berasal dari Papua Barat. Tarian ini mengisahkan tentang seorang suami yang ditinggal mati oleh istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian)., tari suanggi ini adalah bentuk ekspresi dari masyarakat Papua Barat tentang kekentalan nuansa magis yang ada di daerah tersebut.             

                                                                                                                    Arum suci blogg

RUMAH ADAT SUMATARA UTARA , PAKAIAN ADAT , LAGU LENGKAP MAKNANYA , serta nama tarian dan maknanya.

RUMAH BOLON RUMAH ADAT SUMATARA UTARA 

Rumah Bolon atau yang sering disebut Rumah Gargo merupakan rumah adat dari suku Batak yang ada di Indonesia. Rumah ini berasal dari daerah Sumatera Utara dan menjadi simbol dari identitas masyarakat Batak yang tinggal disana.Rumah Bolon artinya rumah besar, rumah adat Sumatera Utara ini memang berukuran besar. Rumah Bolon dirancang oleh arsetek kuno Simalungun.
Cirikhas:
-          Rumah Panggung, Bagian Kolong untuk tempat hewan peliharaan
-          Karena berbentuk rumah panggung, maka memiliki tangga yang jumlah anak tangganya selalu ganjil.
-          Pintu masuk rumah rendah "sibaba ni aporit" filosofinya adalah menghormati si pemilik rumah
-          Pada bagian depan rumah Bolon, tepatnya di atas pintu terdapat gorga, sebuah lukisan berwarna merah, hitam, dan putih. Biasanya terdapat lukisan hewan seperti cicak, ular ataupun kerbau.
Rumah ini memiliki beberapa jenis yaitu Rumah Bolon Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola. Setiap rumah mempunyai ciri khas masing-masing. Rumah ini memiliki bentuk berupa bangunan empat persegi panjang yang dihiasi ukiran khas Batak seperti ornamen yang mengandung unsur mistis penolak bala yang disebut Gorga. Biasanya ukiran ini ditempatkan di dinding rumah bagian luar, lebih tepatnya di atas pintu berupa lukisan berwarna merah, hitam, dan putih.
Lukisan tersebut biasanya berupa hewan seperti cicak, ular ataupun juga kerbau.
-           Gorga yang dilukis dengan hewan cicak, memiliki arti bahwa orang Batak mampu bertahan hidup dimanapun ia berada, walaupun sedang merantau ke daerah yang sangat jauh.
-           untuk Gorga yang dilukis dengan gambar kerbau, memiliki makna sebagai ucapan terima kasih atas bantuan kerbau yang telah membantu kaum manusia dalam pekerjaan ladang pertanian
Keindahan lain terletak pada pelindung rumah yang memiliki dua ujung berbentuk lancip di bagian depan dan juga di bagian belakang atap rumah.
  
PAKAIAN ADAT SUMATRA UTARA

Pakaian adat adalah simbol sandang pada suatu daerah yang memiliki identitas dan diciri khas kan sebagai simbol budaya yang relevan dan Sumatera Utara adalah sebuah provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera. Provinsi yang berbatasan dengan Nangroe Aceh Darussalam ini dikenal sebagai provinsi yang memiliki penduduk dari suku yang beraneka ragam. Salah satu suku yang paling dominan dari provinsi Sumatera Utara adalah Suku Batak, adapun suku lain , seperti Melayu, Nias, hingga suku Minangkabau.dan dari suku-suku tersebut mempunyai pakaian adat msing-masing seperti gambar di bawah ini .

1. Pakaian Batak Simalungun

2. Pakaian Batak Toba

3. Pakaian Batak Karo

4. Pakaian Batak Pakpak

5. Pakaian Adat Batak Angkola

6. Pakaian Adat Batak Mandailing


7. Pakaian Adat Batak Samosir

8. Pakaian Adat Batak Sibolga


9. Pakaian Adat Batak Sibolga


10. Pakaian Adat Melayu


LAGU DARI DAERAH  SUMATRA UTARA
Lirik lagu , Anju Ahu

Anju Ahu

Anju ahu... sai anju ahu...

Ale anggi ...
Dina muruk manang marsak
Rohangki ...

Nang so hupa boa
Arsak nadi roham
Holongni rohangku ...
Sai hot doi ...

Anju ahu... sai anju ahu...
Ale anggi ...
Engkelmi ... mambahen
Pa sonang...
rohangki ...


makna LAGU  ; ANJA AHU menceritakan sepasang kekasih yang sedang landa masalah.
Dan  laki laki sedang memiliki masalah, akan tetapi dia berharap sang kekasih  mengerti apa yang sedang alaminya, serta berharap perempuan itu menghibur dirinya agar bisa sedikit menenangkan dirinya yang sedang dalam masalah .( BERHARAP SALING PENGERTIAN DAN SALING MENUTUPI KEKURANGAN ATAU SALING MEMBERI SOLUSI DALAM HUBUNGAN SALING KASIH DAN SAYANG DALAM PPERCINTAAN , definisiku )

TARIAN :

Tari Endeng Endeng

Tari Endeng-Endeng ini menggambarkan semangat dan ekspresi gembira masyarakat sehari- hari, serta ungkapan kegembiraan Naposo Nauli Bulung (muda - mudi) saat bertanam dan panen raya.

Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung

Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung adalah merupakan jenis tarian tor-tor Sumatera Utara yang khusus ditarikan oleh pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi secara berpasangan. Penampilan tari tor-tor naposo nauli bulung biasanya terdiri dari 3 penari wanita dan 3 penari pria.
                                                                                                                       Arum suci blogg


Friday, July 21, 2017

Mengenal sejarah lagu kebangsaan amerika serikat yang berjudul Star-Spangled Banner

Mengenal sejarah lagu kebangsaan amerika serikat yang berjudul Star-Spangled Banner 


The united national anthem

Star-Spangled Banner 


Oh, say! can you see by the dawn's early light
What so proudly we hailed at the twilight's last gleaming;
Whose broad stripes and bright stars, through the perilous fight,
O'er the ramparts we watched were so gallantly streaming?
And the rocket's red glare, the bombs bursting in air,
Gave proof through the night that our flag was still there:
Oh, say! does that star-spangled banner yet wave
O'er the land of the free and the home of the brave?

On the shore, dimly seen through the mists of the deep,
Where the foe's haughty host in dread silence reposes,
What is that which the breeze, o'er the towering steep,
As it fitfully blows, half conceals, half discloses?
Now it catches the gleam of the morning's first beam,
In fully glory reflected now shines in the stream:
'Tis the star-spangled banner! Oh, long may it wave
O'er the land of the free and the home of the brave!

And where is that band who so vauntingly swore
That the havoc of war and the battle's confusion
A home and a country should leave us no more?
Their blood has washed out their foul footsteps' pollution!
No refuge could save the hireling and slave
From the terror of flight or the gloom of the grave:
And the star-spangled banner in triumph doth wave
O'er the land of the free and the home of the brave.


Oh, thus be it ever, when freemen shall stand
Between their loved home and the war's desolation!
Blest with victory and peace, may the heav'n-rescued land
Praise the Power that hath made and preserved us a nation!
Then conquer we must, when our cause it is just,
And this be our motto: "In God is our trust":
And the star-spangled banner in triumph shall wave
O'er the land of the free and the home of the brave.

Terjemahan
Oh, katakan dapat Anda lihat dengan cahaya awal fajar’s
Apa yang begitu bangga kami memuji di senja’s kemilau terakhir?
Yang luas garis dan bintang-bintang terang melalui perjuangan berbahaya,
O’er benteng kita menyaksikan begitu gagah streaming?
Dan silau merah roket, bom meledak di udara,
Memberikan bukti melalui malam bahwa bendera kami masih ada.
Oh, katakan apakah itu banner-kelip bintang namun gelombang
O’er tanah bebas dan rumah para pemberani?

Di tepi laut, samar-samar terlihat melalui kabut dari kedalaman,
Mana tuan rumah sombong musuh dalam diam ketakutan reposes,
Apa yang angin, o’er yang curam menjulang,
Dengan tak teratur bertiup, separuh menyembunyikan, separuh menyingkap?
Sekarang melihat pancaran sinar balok pertama pagi itu,
Dalam penuh kemuliaan tercermin sekarang bersinar di sungai:
‘Tis banner-kelip bintang! Oh, mungkin itu gelombang panjang
O’er tanah bebas dan rumah yang berani!

Dan di mana adalah band yang begitu vauntingly bersumpah
Itu malapetaka dari perang dan kebingungan pertempuran itu,
Sebuah rumah dan negara harus meninggalkan kita tidak lebih!
Darah mereka telah mencuci pencemaran langkah kotor mereka.
perlindungan Tidak ada yang bisa menyelamatkan orang sewaan dan budak
Dari teror penerbangan, atau kegelapan kubur:
Dan bintang-kelip banner di gelombang kemenangan Sesungguhnya
O’er tanah bebas dan rumah yang berani!

Oh! dengan demikian itu pernah, ketika merdeka akan berdiri
Antara rumah mereka dicintai dan ketandusan perang!
Blest dengan kemenangan dan perdamaian, mungkin Surga yang menyelamatkan tanah
Pujilah Power yang telah dibuat dan dipelihara bangsa kita.
Lalu kami harus menaklukkan, jika tujuan kami benar,
Dan ini menjadi motto kami: "Dalam Allah kita percaya."
Dan bintang-kelip banner di kemenangan akan gelombang
O’er tanah bebas dan rumah yang berani!
iklam
Dengan atau tanpa iringan musik, lagu kebangsaan Amerika Serikat Star Spangled Banner sudah menjadi salah satu lagu kebangsaan yang terkenal di penjuru dunia.Oleh kalangan komposer musik, lagu ini diklaim memiliki notasi lagu yang cukup lengkap, dari nada rendah hingga tinggi, seakan menggambarkan perjalanan sejarah AS itu sendiri. 
pada tanggal 13 September 1814, seorang pengacara berusia 35 tahun yang bernama Frances Scott Key melihat rentetan peluru yang dimuntahkan pasukan Inggris ke Benteng McHenry di Pelabuhan Baltimore.
Perang tahun 1812 telah berlangsung lebih dari 18 bulan dan Key sedang bernegosiasi untuk membebaskan seorang tahanan Amerika.
Karena khawatir dia akan mengetahui banyak hal, pasukan Inggris kemudian menempatkannya di atas kapal, delapan mil dari pantai.
Begitu malam tiba, Key melihat langit berubah merah, dan dengan memperhitungkan skala serangan, dia begitu yakin bahwa pasukan Inggris akan menang.
“Tampaknya, seolah-olah bumi telah terbuka dan memuntahkan tembakan dan menjatuhkan api dan belerang,” jelasnya.
Tetapi begitu asap menghilang di “cahaya awal subuh” pada 14 September, Key menyaksikan dengan heran dan lega, ketika bendera Amerika, bukan bendera Union Jack yang dikibarkan di atas benteng.
Menurut Smithsonian Institution, yang membanggakan diri bahwa bendera Star-Spangled Banner yang asli ada di antara salah-satu koleksi bersejarahnya, Key sangat yakin pada apa yang telah dia saksikan sehingga terinspirasi untuk menulis puisi.
Dia menunjukkan bait-bait puisinya pada kakak iparnya, Joseph H Nicholson, komandan milisi di Benteng McHenry, yang mengatakan bahwa kata-kata tersebut akan sesuai dengan irama dari sebuah lagu pendek terkenal dari Inggris yang ditulis pada tahun 1775 oleh komponis John Stafford Smith.
The Anacreontic Song atau Anacreon in Heaven sudah ditulis untuk perkumpulan pria-pria bangsawan keluarga Smith di London. Namun pada awal abad ke-19 lagu tersebut telah berkelana menyeberangi Samudra Atlantik dan menjadi terkenal di Amerika Serikat.
Terkesan oleh semangat yang ditunjukkan Key, Nicholson mencetak puisi tersebut di Baltimore dan menyebarkannya dengan nama Pertahanan Benteng M'Henry, seraya menunjukkan nada-nada yang seharusnya dinyanyikan.
Koran The Baltimore Patriot segera mencetak ulang. Dalam hitungan minggu, The Star-Spangled Banner, yang segera menjadi terkenal, muncul dalam surat kabar di seluruh negeri, mengabadikan puisi karya Key dan bendera bersejarah yang dimuliakan.
Ucapan ucapan yang bergelora
Diadopsi oleh angkatan laut pada 1889, lagu ini dikutip oleh Puccini dalam operanya yang berjudul Madame Butterfly pada tahun 1904.
Pada awal abad 20, pesona lagu itu tampaknya tidak terbendung dan menjadi sangat populer pada tahun 1916.
Kenyataannya adalah terdapat belasan variasi The Star-Spangled Banner yang berbeda. Kemudian Presiden Woodrow Wilson meminta Departemen Pendidikan Amerika Serikat untuk membuat sebuah edisi yang resmi.
Akhirnya mereka meminta bantuan dari lima musisi, yaitu Walter Damrosch, Will Earheart, Arnold J Gantvoort, Oscar Sonnec and John Philip Sousa . Penampilan pertama dari versi yang telah distandarisasikan dilakukan di Carnegie Hall pada bulan Desember 1917.
baru pada 3 Maret 1931, The Star-Spangled Banner secara resmi dinyatakan sebagai lagu kebangsaan Amerika Serikat oleh keputusan kongres yang ditandatangani oleh Presiden Herbert Hoover.
dijadikan sebagai lagu kebangsaan Amerika Serikat secara resmi”
 (John Philip Sousa telah menyatakan, mungkin secara harfiah: “Yang menginspirasi adalah semangat dari musiknya” sedangkan kata-kata yang “mengaduk jiwa” dari Key; seringnya dijadikan sindiran bahwa kamu membutuhkan minuman untuk menyanyikannya.)




                                                                                                                                                                      Arum suci blogg

lagu daerah Sulawesi Utara , rumah adat , pakaian adat lengkap serta penjelasannya

RUMAH ADAT SULAWESI UTARA
 MAKNA , Rumah Adat  ini memiliki ciri khas khusus yang tidak dimiliki oleh Rumah adat suku lain di Indonesia, adapun ciri khas tersebut ialah corak dan ornamen yang unik pada bagian rumah. Corak dan ornament ini terdiri atas tiga macam, yaitu, ornament corak alam, ornament corak flora, dan ornament corak fauna. Selain itu salah satu filosofi yang menonjol dari rumah adat  Sulawesi Utara ini ialah terletak pada bumbungan rumahnya.
Pada Rumah Adat Sulawesi Utara ini memiliki bumbungan dengan filosofi sebagai penanda status sosial dari sang pemilik rumah tersebut. Balla Lompoa sendiri memiliki jumlah bumbungan 3 sampi 5 tingkatan, sedangkan untuk tangga rumah adat Balla Lompoa memiliki ukuran tinggi 2 meter dari permukaan tanah .Untuk bisa naik ke atas rumah tentu saja ada tangga atau yang dalam bahasa Makassar disebut tukak( Tangga juga ada dua macam ) yaitu :
Sapana, dibuat dari bambu. Induk tangganya tiga atau empat dan anak tangganya dianyam. Sapana ini memiliki coccorang ( pegangan ). Tangga jenis ini hanya digunakan oleh para bangsawan.
Tukak, dibuat dari kayu atau bambu. Induk tangganya ada dua dan ada juga yang tiga untuk bangsawan. Untuk warga biasa tangga jenis ini tidak memiliki coccorang atau pegangan. Anak tangganya selalu ganjil.
Tapi jaman sekarang semua aturan tentang tangga itu tampaknya mulai kabur, seiring dengan modifikasi tangga yang menggunakan bahan-bahan yang lebih modern seperti batu dan semen.
Sedangkan pembagian ruang untuk rumah khas Sulawesi Utara adalah sebagai berikut :
Dego-dego : ruangan kecil dekat tangga sebelum masuk ke dalam rumah atau pada rumah modern disebut sebagai teras. Biasanya digunakan untuk bersantai atau menunggu pemilik rumah keluar.
Tambing : ruangan yang berbentuk lorong yang letaknya di samping kale balla ( rumah induk ) yang letaknya lebih rendah.
Kale Balla ; rumah induk atau badan rumah. Terdiri dari paddaserang atau ruangan. Ruangan paling depan yang digunakan untuk menerima tamu disebut paddaserang dallekang ( ruangan depan ), sedangkan bagian tengah disebut paddaserang tangnga ( ruangan tengah ) yang digunakan untuk kegiatan yang lebih privat. Bagian belakang disebut paddaserang riboko ( ruangan belakang ) yang fungsinya untuk kamar, utamanya kamar anak gadis.
Balla pallu ; dapur, digunakan untuk kegiatan masak memasak dan menyimpan alat masak. Biasanya ketinggiannya lebih rendah dari paddaserang.

Pakaian Adat Sulawesi Utara

Provinsi Sulawesi Utara terletak di ujung utara Pulau Sulawesi dengan Ibu kota terletak di kota Manado. Provinsi ini di sebelah selatan berbatasan dengan provinsi Gorontalo yang merupakan hasil pemekaran wilayah dari provinsi Sulawesi Utara. Sementara kepulauan Sangihe dan Talaud merupakan bagian utara dari provinsi ini merupakan berbatasan dengan Davao del Sur di negara Filipina. Gorontalo telah memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara menjadi provinsi sendiri melalui pemekaran dan otonomi daerah. Berdasarkan catatan sejarah wilayah ini terbentuk gabungan empat kerajaan yang berkembang pada masa penjajahan Belanda. Adapun 
pakaian adat dari empat Kabupaten yaitu Bolaang Mongondow, Sangihe, Talaud dan Minahasa Sulawesi Utara . 

                                                                                                      Pakaian Adat Bolaang Mongondow
      Melihat wujud busana adat tradsional daerah Bolaang Mongondow, tampak pengaruh Melayu begitu kental dan dominan mewarnai tampilannya. Pada umumnya, busana yang dikenakan oleh kaum wanita terdiri atas kain dan kebaya atau salu,sedangkan busana kaum prianya meliputi ikat kepala atau mangilenso, baju atau baniang, celana dan sarung tenun.Secara umum, busana adat yang dikenakan oleh kaum bangsawan maupun golongan masyarakat lainnya tampak serupa.

Pakaian adat Sangihe dan Taulud 
talaud serta Sitaro di propinsi Sulawesi Utara. Bentuk pakaian adat yang dikenakan oleh kaum laki-laki dan perempuan dalam ritual adat Tulude hampir tidak dapat dibedakan, yakni terdiri atas baju panjang, ikat pinggang dan ikat kepala, dengan warna-warna dominan merah, hitam dan biru.
Pakaian Adat Sangie Talaud . Jenis pakaian adat yang digunakan dalam ritual adat setempat umumnya dibuat dari bahan serat kofo atau fami manila ( sejenis pohon pisang yang banyak tumbuh di kawasan berikim tropis seperti daerah Sangihe dan Talaud  ). Serat kofo tersebut kemudian ditenun menjadi lembaran kain menggunakan alat tenun yang disebut “kahuwang”. Kain tenun inilah yang digunakan untuk membuat pakaian adat Sangihe Talaud yang disebut “laku tepu”. Laku artinya pakaian, sedang tepu artinya agak sempit, maksudnya pakaian yang bagian lehernya agak sempit atau tidak terbuka.
Pakaian Adat Sangie Talaud . Pakaian adat yang dikenakan oleh kaum pria dalam upacara Tulude yaitu berupa baju lengan panjang yang digunakan sebagai lambang keagungan masyarakat Sangihe Talaud, dengan bagian leher berbentuk setengah lingkaran, dan panjangnya sampai sebatas tumit. Sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan popehe dan paporong.
Pakaian Adat Minahasa
Seperti daerah lain di pulau jawa, jenis busana yang dikenakan oleh kaum wanita Minahasa dan suku lain di propinsi Sumatera Utara pada masa lalu, yaitu berupa baju sejenis kebaya yang disebut dengan nama (pakaian kulit kayu). model dan desain pakaian adat minahasa sedikit mendapat pengaruh dari bangsa Eropa dan Cina. Bukti dari masuknya pengaruh budaya Eropa tersebut dapat dilihat dari bentuk baju kebaya lengan panjang dengan rok bervariasi yang dikenakan oleh wanita Minahasa serta baju lengan panjang yang modelnya berubah menyerupai jas tutup dari kain blacu warna putih (baniang) yang dipadukan dengan celana panjang untuk pria. Sementara  pengaruh budaya Cina dapat dijumpai pada kebaya wanita Minahasa berwarna putih dengan kain batik bermotif burung dan bunga-bungaan. Pada busana pria .
 Pakaiandat gorontalo
Bungo Tunggo, yaitu baju kurung untuk mempelai wanita. Pada baju ini, diatasnya masih digunakan lagi selapis hiasan dada yang disebut Kucu to Du helo, yang mempunyai arti pembalut dada, dan mengisyaratkan pada Ratu agar dalam memimpin Pemerintahan harus senantiasa menekan dan menutup nafsu amarah. bagian ujung kanan dan kiri pergelangan tangan dihiasi dengan sepasang hiasan yang disebut Petu. Petu juga dihiasi dengan sepasang gelang lebar yang disebut Pateda, yang melilit pada kedua pergelangan tangan. Sebagai aksesoris. Berikut aksesoris yang dikenakan :
- Wulu wawu Dehu merupakan kalung bersusun.
- Hiasan Kuku hanya dipakai pada jari manis dan jari kelingking dari kedua belah tangan kiri dan kanan.
- Alumbu atau Bide merupakan sarung pada bagian depan kiri dan kanan dan terdapat hiasan berderet teratur kebawah.
- Bintolo Etango merupakan ikat pinggang.
hal-hal yang menyangkut pakaian dan aksesoris mempelai pria. Makuta atau Paluwala yaitu pakaian mempelai pria. Telah banyak perkembangan dan perubahan pada Paluwala. Dalam Paluwala tidak terdapat lagi perlengkapan seperti Buntali, Bako dan Dungo Ayu.aksesorisnya sekarang , seperti:
- Tudung Makuta, letaknya menjulang keatas dan terkulai ke belakang berbentuk bulu unggas.
- Ikat Pinggang (Pending), sama seperti Bintolo Etango pada Bungo Tunggo.
- Jambiya merupakan pedang.

NYANYIAN LAGU SULAWESI UTARA SEBAGAI BERIKUT DI BAWAH INI :
Lirik lagu , Anging Mamiri
Anging Mamiri
Anging mammiri ku pasang
Pitujui tontonganna
Tusarroa takkaluppa (2X)

E..aule...
Namangngu'rangi
Tutenayya...tutenayya pa'risi'na (2X)

Battumi anging mammiri
Anging ngerang dinging-dinging
Namalantang saribuku

E..aule... 
Mangerang nakku
Nalo'lorang... nalo'lorang je'ne mata

Anging mammiri ku pasang
Pitujui tontonganna
Tusarroa takkaluppa
MAKNA LAGU ANGIN MAMIRI adalah tentang bagaimana angin bertiup yang semilir – semilir serta sepoi – sepoi dan membawa  kesejukan hati sehingga sampai timbul dalam hayal kia untuk membawa kan pesan melalui angin mamiri ke orang yang kita cintai     
                                                                                                                                                                 Arum suci blogg