Tuesday, August 1, 2017

’Mengangkat perpaduan budaya Indonesia dan Tionghoa’’.Melalui perangko

Edisi perangko Indonesia yang ber topic ‘’Mengangkat perpaduan budaya Indonesia dan Tionghoa’’.


Ras keturunan, suku, agama itu bukan penghalang seorang warga Indonesia untuk lebih mengenali sejarahnya dan bisa menelusuri bagaimana negeri ini berdiri. Dan kita tidak menutup mata saat Pemerintahan Soeharto, warga keturunan Tionghoa begitu disingkirkan dari panggung kehidupan negeri ini. Mereka tidak bisa menjadi abdi negara baik sipil maupun pemerintahan. ternyata warga keturunan China yang sering dipinggirkan keberadaannya oleh warga berpaham rasisme, memiliki andil atas kemajuan dan kejayaan negeri kita ini.oleh karena itu pada tahun 2013 , PT Pos Indonesia (Persero) mengeluarkan Edisi perangko Indonesiayang ber topic ‘’Mengangkat perpaduan budaya Indonesia dan Tionghoa’’. bertujuan akan kesadaran pemerintahn di Indonesia bahwa mayarakat tionghoa yang berda di Indonesia ialah sebagai masyarakat yang di akui tidak sepihak oleh sebab itu untuk Menyambut Tahun Baru Imlek 2564 , PT Pos Indonesia (Persero) serta  bekerja sama dengan Lembaga Indonesia China (LIC) menerbitkan desain perangko seri tahun ular. Perangko Seri Tahun Ular 2013 mengangkat perpaduan budaya Indonesia dan Tionghoa. 

"Penerbitan perangko edisi Imlek ini merupakan bentuk akulturasi budaya Indonesia dan Thionghoa Berikut  tiga desain perangko tersebut:



1. NAJA SPUTATRIX 
 Perangko ini menggambarkan ular kobra Indonesia atau Naja sputatrix, atau lebih dikenal dengan nama lokal ular sendok Jawa. Walaupun bukan termasuk ke dalam spesies yang terancam punah, jumlah spesies ini setiap tahunnya semakin berkurang akibat perdagangan kulit ular dan perdagangan ular ini sebagai hewan piaraan
2. NAGA SEBA

Ini perangko bermotif batik yang menggambarkan ular dan burung (sayap). Motif Naga Seba merupakan motif batik Keraton yang dipengaruhi oleh Hindu dan Islam. Seperti halnya Kereta Singa Barong dan Paksi Naga Liman. Naga Seba memadukan obyek ular dan sayap sebagai salah satu lambang Kesultanan Cirebon. 

3. DEWA RUCI
Cerita pewayangan yang sangat terkenal, "Dewa Ruci", pertarungan antara Bima dan seekor ular yang hidup di Samudra demi mendapatkan "kesempurnaan". 
                                                                                                                               Arum suci blogg

Ditulis Oleh : beted si boy // August 01, 2017
Kategori:

0 komentar: